Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Jakarta Batavia: Esai Sosio-Kultural

Judul: Jakarta Batavia: Esai Sosio-Kultural
Editor: Kees Grijns & Peter J. M. Nas
Penerbit: Banana, 2007
Tebal: 378 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Stok kosong


Tahukah Anda kalau Jalan Flamboyan dipakai di 200 tempat di Jabotabek; kalau Jakarta memang sudah ruwet sejak awal didirikan Kompeni; kalau nyamuk menewaskan warga kota pesisir ini bukan tahun-tahun terakhir ini saja; kalau ada persaingan sengit sesama etnis Arab di Jakarta pada masa lalu; kalau komik setrip Put On bukan sekadar lucu melainkan juga menggambarkan situasi batin warga peranakan Tionghoa dari masa ke masa? Tahukah Anda betapa banyaknya hal memikat tentang Jakarta ?

Buku Jakarta Batavia memuat esai-esai dari dua puluh satu penulis Timur dan Barat. Beberapa di antara mereka telah menetap lama di Jakarta. Keseluruhan penulis ini mempunyai satu persamaan, mereka semuanya tertarik pada karakteristik kehidupan Jakarta yang mempunyai banyak segi. Masalah yang dibahas berkisar dari kondisi pada masa Batavia VOC sampai ke masalah komunitas etnik dan bangsa, dan juga masalah perkembangan pemerintahan administratif.

Esai-esai tentang Batavia pada masa awal kolonial memberikan pandangan baru mengenai situasi demografi yang didasarkan pada penelitian arsip, dan esai-esai yang berkaitan dengan topik lebih modern menggunakan sumber-sumber khusus, termasuk peta-peta yang ternyata tidak selalu mudah diperoleh di perpustakaan-perpustakaan.

Dengan membaca buku ini, orang dihadapkan pada adanya kesejajaran yang mencolok antara masa lampau dan masa kini karena berbagai aspek di Jakarta pada masa kini sebenarnya sudah berakar mendalam dalam sejarah kota itu: baik mengenai demografi dan morfologi perkotaan, absurditas lingkungan hidup, lalu lintas, dan banjir, maupun mengenai upacara ritual dan simbolisme. Para sejarawan, pakar antropologi, sosiologi, pegawai pemerintahan dan para perencana tata kota dapat memanfaatkan inspirasi-inspirasi dari gambaran kaleidoskopis ibu kota Indonesia ini.

Kees Grijns (1924-1999), dahulu adalah dosen senior di Universitas Leiden. Pada tahun 1991 ia menerbitkan Jakarta Malay: A Multidimensional Approach to Spatial Variation (Leiden, KITLV Press). Peter J.M. Nas adalah guru besar di Universitas Leiden, dan bekerja di Fakultas Sastra dan di Fakultas Ilmu-ilmu Sosial universitas tersebut. Dia telah banyak menerbitkan tulisan dalam bidang sosiologi dan antropologi perkotaan dan terapan.

Berlangganan via Email