Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Islam & Kebhinekaan (Alwi Shihab, dkk.)

gambar
Rp.150.000,- Rp.112.000 Diskon
Judul: Islam & Kebhinekaan
Penulis: Alwi Shihab, dkk.
Penerbit: Gramedia, 2019
Tebal: 428 halaman
Kondisi: Baru (Ori Segel)

Berisikan kumpulan tulisan para tokoh yang mencoba menjelaskan dengan pendekatan sejarah untuk membaca fenomena masa kini, di mana banyak bermunculan berbagai arus paham yang berbeda, yang banyak kalangan memandangnya sebagai berpotensi sebagai ancaman bagi kerukunan beragama.Para penulis berharap bangkitnya kesadaran masyarakat akan pentingnya membangunan Indonesia dengan ruh kerukunan sebagai fondasi utama. Toleransi, merupakan kata kunci utama dari pemikiran para tokoh tersebut.

Manusia memang diciptakan tidak dalam satu format sosio-kultural, tetapi dalam lingkungan beragam umat dengan ciri khasnya masing-masing. Ciri khas ini adalah pertanda bahwa Allah, Maha Pencipta, anti-keseragaman, sebab serba-seragam dapat membuat manusia menjadi miskin wawasan dan kaku dalam pergaulan. Biarkanlah masing-masing umat yang beragam itu mencetak kadernya sendiri untuk kepentingan lingkungannya yang berbeda, tetapi dalam wawasan tetap berada di bawah tenda kebangsaan dan di atasnya terbentang tenda kemanusiaan yang luas, hampir tak bertepi. —Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif

Bagi orang Islam, terutama yang ingin mengajak ke jalan Allah dan memuliakan agama-Nya, tidak ada yang lebih baik daripada mengikuti jejak dan contoh Nabi Muhammad saw. Dan, mengikuti jejak serta contoh Nabi Muhammad saw. kiranya tidak terlalu sulit bagi mereka yang benar-benar manusia, yang mengerti manusia, dan yang memanusiakan manusia. Sebab, Rasulullah saw. adalah manusia yang paling manusia, yang amat paham manusia, dan sangat memanusiakan manusia. — KH. A. Mustofa Bisri

Dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air, di mana ada banyak ragam agama, maka perlu konsep yang jelas untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Kerukunan mempertemukan unsur-unsur yang berbeda, sedangkan toleransi merupakan sikap atau refleksi dari kerukunan. Tanpa kerukunan, toleransi tidak akan pernah ada. Sementara itu, toleransi tidak pernah tercermin bila kerukunan belum terwujud. —Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin

Sepanjang sejarah Islam banyak sekali pemikiran-pemikiran keagamaan yang muncul. Demikian pula kelompok-kelompok atau aliran-aliran dalam Islam banyak bertebaran. Untuk memahami fenomena ini terlebih dahulu kita harus membedakan, antara agama, ilmu agama, dan pengamalan agama. Kita harus membedakan antara cahaya, orang yang mendapatkan cahaya, dan ilmu yang berkaitan dengan cahaya. —Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab
Pesan Sekarang

Berlangganan via Email