Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semua Ikan di Langit

gambar
Rp.75.000,- Rp.60.000,- Diskon
Judul: Semua Ikan di Langit
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Grasindo, 2017
Tebal: 288 halaman
Kondisi: Baru (Ori Segel)

Membaca buku ini mengingatkan akan satu kutipan Eka Kurniawan ketika membahas buku Animal Farm dari George Orwell. Dari resensi yang Eka buat, dapat disimpulkan bahwa membuat sebuah novel dengan latar cerita anak yang terkesan sederhana adalah sebuah kekuatan yang mendalam. Buku tersebut nantinya dapat dibaca semua kalangan. Ketika anak membacanya di waktu muda, ia akan terus mengingat ceritanya. Kelak ketika ia membacanya ulang di waktu dewasa ia akan sadar bahwa cerita yang selalu diingatnya pernah punya makna yang begitu dalam dan sangat mungkin berkenaan dengan kehidupannya. Begitu kesan yang didapat ketika membaca buku Semua Ikan di Langit.

Novel Semua Ikan di Langit adalah adukan yang sangat memikat antara cerita anak, cerita fantasi, fiksi ilmiah, dongeng, cerita berbingkai dan mitos penciptaan dunia. Ia dibuka dengan narasi yang mengeluarkan aroma inosens yang mengingatkan kami kepada The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupery. Dalam sudut pandang anak-anak (yang cerdas dan terbuang) kebebasan dan petualangan hadir dalam pelbagai bentuk. Bumi, langit dan angkasa raya bukan lagi kotak-kotak bersekat, begitu pula lapis-lapis waktu. Para tokoh naskah novel ini bertualang ke ruang angkasa, bolak-balik antara Bandung abad ke-21 dan Auschwitz 1944, lalu kembali lagi ke angkasa yang lepas dari perhitungan waktu manusia. Cerita bergerak berdasarkan penuturan sebuah bus kota dengan tokoh utama seorang anak lelaki yang disapa “Beliau” dan punya kekuatan Ilahiah dalam menciptakan segala sesuatu.

Novel Semua Ikan di Langit adalah serangkaian eksperimentasi yang tetap menyesuaikan diri pada bentuk-bentuk yang sudah ada. Ia ditulis dengan keterampilan bahasa yang berada di atas rata-rata para peserta Sayembara kali ini. Bukan hanya kemampuan mengorganisasikan setiap elemen novel yang tampak unggul, tetapi kemampuan pengarang dalam menata kalimat demi kalimat memperlihatkan kemahiran yang nyata dan langka. Bahasa Indonesia yang digunakan penulis sangatlah bersih. Kalimat-kalimatnya kokoh dan jauh dari salah cetak. Bahasa Indonesia baku berkelindan dengan ragam cakapan Jakarta, deskripsi berbaur dengan tuturan tokoh, dan semua itu berlangsung dengan sangat mulus. Plastisitas bahasa membuat naskah ini prosa sekaligus puisi. Kendati demikian, watak puitis ini tidak membuat alurnya tersendat, melainkan terus membawa pembacanya dalam arus metafora yang berbinar di setiap titiknya. Cara penceritaannya santai, musikal dan pada bagian-bagian lain tampak menyedihkan dan getir. Inti ceritanya sejatinya tidak secerah pembungkusnya: perjuangan, perjalanan, kekecewaan, kehancuran, kerinduan. Pada akhirnya, ia adalah naskah novel yang mampu merekahkan miris dan manis pada saat bersamaan.
Pesan Sekarang

Berlangganan via Email