Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seri Tempo: Kisah Berdesir dari Pesisir Laut

gambar
Rp.80.000,- Rp.40.000,- Diskon
Judul: Seri Tempo: Kisah Berdesir dari Pesisir Laut
Penulis: Tim Buku Tempo
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, 2017
Tebal: 152 halaman
Kondisi: Bagus (Ori Stok lama)

Selama ini wilayah-wilayah pantai di Indonesia lebih banyak dieksplorasi sebagai destinasi pariwisata. Padahal, jika kita mau meluangkan waktu lebih banyak, ada bermacam hal menarik yang bisa dipelajari dari pesisir-pesisir yang ada di Tanah Air.

Bukan sekadar menikmati pemandangan pantai dan kehidupan bawah lautnya yang indah, wilayah-wilayah pesisir Nusantara turut menyimpan ribuat hikayat masyarakat yang telah hidup harmonis bersama samudera selama berabad-abad.

Kecantikan warna hidup warga pesisir di Indonesia itu diulas secara apik oleh tim buku tempo dalam jilidan bertajuk Kisah Berdesir dari Pesisir Laut.Buku ini mengajak pembaca untuk mengenal dan melihat lebih dekat kekayaan kehidupan sosial warga pesisir.

Salah satu wilayah pesisir yang diulas di dalam buku ini adalah Kepulauan Kei yang berlokasi di Laut Banda, Maluku Tenggara. Tim penyusun merefleksikan kehidupan warga Tanimbar Kei sebagai sebuah ‘miniatur Indonesia’.

Masyarakat Tanimbar Kei menganut berbagai macam kepercayaan. Namun, mereka bisa mempertahankan jalinan kekerabatan yang hangat antardesa sehingga tercipta sebuah kehidupan yang harmonis selama berabad-abad.

Wilayah pesisir lain yang turut disorot di dalam buku ini misalnya adalah kehidupan warga Sangir di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Penggambaran tentang kehidupan sosial penduduk lokal dikemas dalam narasi yang menarik.

Diceritakan bagaimana penduduk yang hidup dikelilingi laut di sana membentuk sebuah budaya gotong royong yang begitu kuat, atau biasa disebut sebagai budaya mekakendage oleh warga setempat.

Cara hidup mereka yang harmonis tidak hanya diterapkan kepada sesama manusia, tetapi juga terlihat dari cara mereka memperlakukan alam. Nelayan di sana masih tradisional dan ternyata, mereka lebih beretika dalam menjalankan profesinya.

Mereka tidak menggunakan racun atau bom untuk menangkap hasil laut. Sebab, mereka percaya bahwa laut adalah tempat yang sakral, yang memberikan kehidupan bagi mereka, sehingga harus dihormati dan diperlakukan dengan baik.

Masih banyak lagi paparan tentang kehidupan warga di berbagai pesisir Tanah Air di dalam buku ini. Secara total, terdapat sembilan pantai pilihan yang dijabarkan di dalam kumpulan reportase para wartawan dan fotografer Tempo ini.

Tidak hanya narasi yang apik dan mudah dipahami, buku ini menjadi etalase bagi karya-karya visual indah (baik foto maupun tautan video) tentang kehidupan di pantai-pantai terindah Indonesia.

Secara umum, ini adalah buku pengantar yang bagus bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih jauh pantai-pantai yang belum banyak dikenal publik di Tanah Air, ketimbang sekadar menjadikannya sebagai destinasi pariwisata semata.

Bagaimanapun, melalui buku ini, pembaca yang berjiwa petualang juga bisa mendapatkan banyak referensi untuk merencanakan liburan ke destinasi-destinasi elok yang belum mainstream.
Pesan Sekarang

Berlangganan via Email