Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Projo dan Brojo (Arswendo Atmowiloto)

gambar
Rp.70.000,- Rp.35.000,- Diskon
Judul: Projo dan Brojo
Penulis: Arswendo Atmowiloto
Penerbit: Gramedia, 2013
Tebal: 368 halaman
Kondisi: Bagus (Ori Stok lama)

Brojo adalah seorang pengangguran. Pengangguran karena keadaan. Karena bengkel tempatnya harus kena gusur dan pemilik bengkel ga berniat membuka bengkel baru. Brojo mengirim kembali istrinya, Wisuni, untuk kembali ke desanya. Daripada harus bertahan hidup di Jakarta tanpa uang tabungan sama sekali.

Projo, Sabdono Projokusumo, adalah seorang bankir yang terkena kasus korupsi dan harus menjalani hukuman sepuluh tahun penjara. Zul, sahabat Projo yang berniat untuk membebaskan Projo dengan menukarnya dengan Brojo. Tanpa sepengetahuan siapapun bahkan istri Projo, Elok Savitri alias Iil.

Brojo bersedia menerima tawaran Zul karena Zul berjanji memberikan imbalan berapapun yang diminta oleh Brojo. Brojo mempunyai kesamaan fisik dengan Projo. Dandanan Brojo diubah sedemikian rupa sehingga menyerupai Projo. Brojo juga mempelajari segala hal tentang kehidupan dan kebiasaan Projo. Dan dengan perencanaan Zul yang matang, akhirnya Brojo sudah bertukar tempat dengan Projo.

Brojo yang berada di dalam penjara seakan menjadi raja. Berbeda sekali dengan kehidupan yang sebelumnya. Semua narapidana dan sipir sangat menghormatinya dan melindunginya. Kehidupan Brojo di penjara bahkan lebih mewah daripada kehidupannya diluar penjara. Di penjara dia ga pernah kekurangan uang. Persediaan uangnya ga pernah habis. Zul mengaturnya dengan sangat sempurna.

Didalam hati Brojo sangat merindukan istrinya, Wisuni. Diam-diam dia mengirimkan uang dengan menyuruh salah seorang sipir. Dia ingin istrinya juga menikmati uang yang dinikmatinya. Wisuni yang menerima uang, berpikir kalau suaminya punya banyak uang. Akhirnya dia kembali ke kontrakan yang sebelumnya pernah ditempati bersama Brojo dan menunggu Brojo menjemput.

Sementara Brojo didalam penjara, Projo melakukan penyamaran untuk menemui istrinya dan menyelidiki istrinya. Projo menganggap Iil melakukan perselingkuhan dengan Pak Syam, mantan atasannya. Selain itu, Projo juga menyelidiki Evi, selingkuhan Projo. Projo menganggap Evi akan membalik nama semua aset Projo yang tersisa. Projo berpikir kehidupannya sungguh tragis. Istri yang selingkuh dan selingkuhannya yang hanya memikirkan harta. Padahal didepan Projo, mereka berdua seolah mencintai Projo dengan setulus hati.

Disaat melakukan penyamarannya, Projo mendengar kalau istri Brojo datang ke Jakarta. Projo segera mendatangi Wisuni ke kontrakannya dan menyamar sebagai Brojo. Tetapi sebelum satu hari melakukan penyamaran, Suni segera mengetahui kalau Projo bukanlah suaminya. Akhirnya Projo menceritakan kalau suaminya bertukar tempat dengan dirinya, dan segera membawa Suni ke apartemennya untuk menghindari Suni bercerita kepada orang lain. Meskipun pada akhirnya Projo mempercayai sepenuhnya kalau Suni adalah seorang yang jujur dan polos.

Suni juga terlibat dalam penyamaran Projo. Antara penyamaran untuk menyelidiki Pak Syam, Iil, dan Evi. Projo mengintrogasi Pak Syam untuk mengakui perselingkuhannya dengan istrinya. Tapi Pak Syam ga mengakui karena memang dia ga melakukan perselingkuhan dengan istri Projo. Suni menyarankan Projo agar berhati-hati dengan Pak Zul. Suni yang polos dengan segala alasan polosnya membuat Projo semakin pusing. Diluar nalar Projo, kalau sampai Zul berniat jahat ke Projo karena semua rencana agar Brojo bertukar tempat dan menggantikan posisinya sampai dia bebas seperti saat ini adalah semua ide Zul. Dan Zul yang melakukannya dengan mulus.

Akhirnya Projo melakukan penjebakan kepada Zul dan istrinya. Penjebakan dilakukan dirumahnya yang sudah disegel. Projo mendengar semua yang terjadi. Keributan diantara mereka. Dan memang ternyata sempat di masa lalu, mereka berdua ada hubungan. Disaat yang bersamaan, Evi datang dengan pengacaranya membawa surat-surat berharga aset Projo yang diatas namakan dirinya. Evi menyerahkan kepada Iil. Evi melakukan hal itu agar ga semua aset yang dimiliki Projo disita dan tanpa sisa untuk kehidupan istri dan anaknya.

Projo keluar dari persembunyiannya dan semua orang kaget. Mereka saling memberikan penjelasan atas apa yang mereka lakukan dan meminta maaf. Projo merasa lega. Dan dia ingin segera kembali ke penjara. Karena merasa lega dan merasa ga adil kalau Brojo yang ada di penjara untuk menggantikan dirinya dan menanggung semua akibat atas perbuatan Projo. Projo meminta Zul untuk mengatur semuanya.

Novel ini ditulis oleh Arswendo Atmowiloto saat dia berada di penjara. Novel ini ditulis berdasarkan riset saat dia berada di penjara. Pembelajaran yang didapat setelah membaca novel ini adalah tentang kesederhanaan, kepercayaan, dan tentu saja kita bisa menilai bagaimana hukum di Indonesia.
Pesan Sekarang

Berlangganan via Email