Buku Orang-orang di Bawah Matahari dan Cerita Palestina Lainnya

gambar
Rp.50.000,- Rp.45.000,- Diskon
Judul: Orang-orang di Bawah Matahari dan Cerita Palestina Lainnya
Penulis: Ghassan Kanafani
Penerbit: Simpang, 2020
Tebal: 182 halaman
Kondisi: Ori Segel

Ghassan Kanafani, penulis novel ini sering digolongkan sebagai sastrawan Arab yang karya-karyanya bersifat alegoris. Novel Orang-Orang di Bawah Matahari yang ada di tangan pembaca ini ditulis oleh Kanafani pada tahun 1962, dengan jelas menggambarkan pengalaman pengungsi Palestina pasca tahun 1948 tentang pengusiran dan upaya untuk menghindarinya dengan sungguh-sungguh. Ini adalah kisah tiga pengungsi, yang melakukan perjalanan ilegal ke negara lain untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Menghadapi bermil-mil jalur gurun di bawah terik matahari, ketiga lelaki itu perlahan-lahan sesak napas sampai mati di dalam truk tangki air. Terburuk dan paling ironis dari semuanya karena perjuangan panjang mereka, mereka tidak berusaha menyelamatkan diri dengan memukul atau mengetuk dinding tangki.

Sebuah karya klasik dalam kesusastraan Arab pasca-kolonial, novel ini dipuji karena memanusiakan kesengsaraan Palestina yang sumbang dan mengkritik kebisuan para pemimpin Arab terhadap masalah Palestina. Namun, begitu novel itu dibaca secara alegoris, ia menjadi problematik karena narasi fiktif tidak mudah memetakan sebuah sistem tetap, atau tatanan politik, dan karena itu tidak menawarkan representasi konkret dari kehidupan para pengungsi Palestina.

Kisah-kisah lain dalam buku sama kuatnya, dan berbicara tentang para pengungsi yang telah meninggalkan Palestina dan bagaimana hal itu berdampak pada mereka. Kisah terakhir adalah satu-satunya yang berbeda dari yang lain. Sementara semua cerita berbicara tentang orang-orang Palestina yang meninggalkan Palestina, Surat dari Gaza menceritakan seorang pemuda yang kembali ke Gaza untuk mengunjungi keluarganya, tetapi kemudian memutuskan untuk tinggal di sana dan tidak kembali ke Kuwait di mana ia memiliki pekerjaan yang dapat menuntunnya ke California, tanah kebebasan dan peluang. Cerita ini ditulis dalam bentuk surat kepada seorang teman, karena dia mengatakan kepadanya bahwa dia telah memutuskan untuk tidak bertemu dengannya di Sacramento. Bahwa ia telah memutuskan untuk tetap tinggal di Gaza bersama keluarganya, bahwa tempat sejatinya ada di sana, di rumah.

Kumpulan cerita dalam buku ini merefleksikan perjuangan rakyat Palestina melalui pembagian dan penciptaan negara Israel. Kisah-kisah dalam karya ini sendiri tidak bersifat politis, tetapi menunjukkan kesulitan dan perjuangan di tanah yang keras. Orang-orang dikalahkan tetapi tidak kalah. Masih ada kebanggaan dan ingatan akan masa lalu yang lebih besar. Kanafani menyajikan pandangan pada budaya yang barangkalai sering disalahpahami atau salah diartikan dalam budaya kita.
Pesan Sekarang

Berlangganan via Email