Jual Buku The God That Failed: Kematian Tuhan Komunis

Judul: The God That Failed: Kematian Tuhan Komunis
Penulis: André Gide, et.al
Penerbit: Galang Press, 2005
Tebal: 165 halaman
Kondisi: Bekas (bagus)
Harga: Rp. 50.000 (blm ongkir)
Order: SMS/WA 085225918312
 

Pada awal kemunculannya, komunisme dianggap sebagai angin perubahan. Banyak pemikir dunia terpikat untuk mendalami ajaran bahkan menjadi penganut paham komunisme. Partai Komunis pun semakin populer di berbagai penjuru dunia.

Ajaran yang dibawa untuk menghapuskan diskriminasi antara pemilik modal dan buruh menciptakan angan-angan bagi kelas pekerja untuk bangkit. Mereka mengidamkan kehidupan yang serbarata. Semua sumber daya dikelola secara bersama. Seperti utopia.

Namun, perlahan para pemikir komunis mulai berbelok arah. Banyak dari mereka yang keluar dari paham tersebut. Itu disebabkan penyelewengan-penyelewengan dilakukan para pimpinan partai komunis dengan mata.

Ajaran yang diagungkan Karl Marx, hilangnya batas antara kapitalis dan ploretariat, tak lagi dilakukan oleh petinggi partai komunis. Akhirnya, mereka memutuskan keluar dari partai komunis di tengah tekanan yang mengimpit mereka.

The God that Failed (Kematian Tuhan Komunis) merupakan kumpulan esai yang ditulis oleh enam mantan anggota dan penganut paham komunisme. Mereka menceritakan kisahnya, seolah bersaksi, mulai masuk dan keluar dari partai komunis.

Mula-mula, kepercayaan mereka dengan komunisme yang diibaratkan sebagai wujud nyata Kerajaan Tuhan di dunia. Namun, hilang hanya karena ulah para pemimpinnya yang tak melakukan ajaran tersebut.

Totalitas membuat mereka tidak memedulikan serangan dari lawan politik -hingga akhirnya mereka menemukan sendiri jurang yang terbentang- pandangan tentang Kerajaan Tuhan yang diimpikan dan kenyataan negara komunis. Pengalaman yang sarat pertarungan batin.

Dalam buku ini, enam intelektual dari beberapa negara memaparkan perjalanan mereka menuju dan pulang dari komunisme. Andre Gide (Prancis), Richard Wright (Amerika Serikat), Ignazio Silone (Italia), Stephen Spender (Inggris), Arthur Koestler (Jerman), dan Louis Fischer seorang koresponden asing Amerika.

Melalui esai-esai autobiografi dalam buku ini, mereka menuturkan kisah pencarian dan perjuangan memperbaiki nasib kemanusiaan yang mengantar mereka pada komunisme. Kemudian berlanjut pada pergulatan pribadi dan perubahan sikap yang menyebabkan mereka menolak komunisme itu sendiri.

Karya klasik yang terbit pertama pada 1949 ini menjadi dokumentasi sejarah dan memberikan banyak pelajaran untuk pemikiran hari ini. Terutama untuk bisa lebih bersikap kritis terhadap berbagai gugur pemikiran yang mengusung niat suci untuk memperjuangkan nilai kemanusiaan.

Berlangganan via Email