Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Da’wah Kami: Kemarin dan Hari Ini

Judul: Da’wah Kami: Kemarin dan Hari Ini
Penulis: Hasan Al-Banna
Penerbit: Firdaus, 1991
Tebal: 117 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 20.000 (blm ongkir)
Order: SMS/WA 085225918312
 

Bagi para aktivis dakwah dan tarbiyah, karya-karya Hasan Al Banna merupakan salah satu rujukan penting bagi mereka. Saat ini sudah begitu banyak terjemahan atas risalah-risalah beliau yang telah diterbitkan, sebut saja Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin, Memoar Hasan Al Banna maupun Ceramah-Ceramah Hasan Al Banna.

Apa yang menjadi keistimewaan buku kecil ini?

Pertama-tama adalah keistimewaan penerjemahnya. (Alm) Ustadz Rahmat Abdullah. Yang sering disebut sebagai Syaikhut Tarbiyah gerakan dakwah yang saat ini bermetamorfosis sebagai Partai Keadilan Sejahtera, sebuah gerakan dakwah yang banyak terilhami oleh Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Hasan Al Banna.

Buku ini memuat tiga risalah Hasan Al Banna, Dakwatuna Min Thuurin Jadid, Bainal Amsi Wal Yaum dan Risalah Ta’alim. Yang diterjemahkan sebagai Misi Ketuhanan Semestawi, Antara Kemarin dan Hari Ini, dan Telaah Kami. Judul pertama merefleksikan misi Ikhwan, judul kedua merefleksikan telaah tentang permasalahan umat dan judul ketiga (terjemahan dari Risalah Ta’alim) merefleksikan metodologi pergerakan yang dijalankan Ikhwan.

Buku ini bisa membantu kita memahami aspek-aspek misi dan metodologi dari dakwah Ikhwan melalui terjemahan (sekaligus mungkin penafsiran) Ustadz Rahmat Abdullah.

Keistimewaan kedua adalah tahun penerbitan. Tahun penerbitan pertama buku ini adalah tahun 1985. Sebuah tahun dimulainya era represi (formal) terhadap gerakan Islam melalui azas tunggal (Pancasila). Secara internal dakwah gerakan tarbiyah ini merupakan era awal (mihwar tanzimi) dimulainya gerakan dakwah (tarbiyah, PKS). Sehingga buku ini juga merupakan dokumen penting (terkait dengan internalisasi pemikiran) gerakan dakwah tersebut.

Keistimewaan ketiga, kata pengantar khas (Alm) Ustadz Rahmat Abdullah. Dimana beliau menyayangkan penganiyaan informasi terhadap sosok Hasan Al Banna yang banyak digambarkan sebagai tokoh yang menyeramkan. Dengan terjemahan ini diharapkan dapat memantulkan sebagian sosok Hasan Al Banna (yang banyak dikagumi tokoh Islam dunia — misal Abul Hasan An Nadwi, Syaikh Muhammad Al Ghazali, untuk menyebut dua contoh).

Berlangganan via Email