Jual Novel Lelaki Harimau (Eka Kurniawan)

Judul: Lelaki Harimau
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia, 2014
Tebal: 202 halaman
Kondisi: Bagus (stok lama)
Harga: Rp. 100.000 (blm ongkir)
Order: SMS/WA 085225918312
 

“Senja ketika Margio membunuh Anwar Sadat, Kyai Jahro tengah masyuk dengan ikan-ikan di kolamnya, ditemani aroma asin yang terbang di antara batang kelapa, dan bunyi falseto laut, dan badai jinak merangkak di antara ganggang, dadap, dan semak lantana. (Hlm. 1)

Novel ini dibikin dengan alur maju mundur yang cepat, yang dimulai dengan berita kematian Anwar Sadat yang dibunuh secara keji dan kejam oleh Margio. Margio yang tak mau mengaku malah mengatakan bahwa harimau di dalam dirinya-lah yang telah membunuh Anwar Sadat. Seluruh motif dan peristiwa yang ada di dalamnya menunjukkan satu kesimpulan yaitu kekerasan yang dilakukan oleh seorang kepala keluarga dapat menimbulkan luka yang dalam dan dendam bagi korbannya, baik itu anak maupun istri. Pun akan berdampak pula pada kondisi psikologis mereka.

Margio adalah anak pertama dari pasangan tidak harmonis bernama Komar bin Syueb dan Nuraeni. Sedari kecil Margio selalu memperoleh perlakuan kasar dari Komar. Tak hanya Margio, bahkan Nuraeni dan anak keduanya, Mameh, juga selalu menjadi korban amukan amarahnya. Komar yang sepanjang hidupnya selalu memukuli Nuraeni telah membuatnya menjadi wanita sinting yang selalu berbicara pada panci dan kompornya.

Mulanya, Nuraeni amat sayang dan cinta pada Komar hingga suatu ketika Komar pergi dari desa dan tak pernah sekalipun mengirimkan surat padanya. Hal tersebut telah membuat Nuraeni sakit hati dan membuat Nuraeni tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan Komar. Rasa cintanya pada Komar pun telah binasa, tak tersisa. Semakin hari sikapnya pada Komar pun semakin sinis dan beku. Perkawinannya dengan Komar adalah hal terburuk dalam hidupnya. Bisa dibilang kesialan juga.

Tak hanya Nuraeni yang membenci Komar, Margio pun membencinya. Sepanjang hidupnya, Margio sering melihat Nuraeni mendapat siksaan dan perlakuan buruk dari Komar. Karena itulah ia membenci Komar dan berkehendak untuk menghabisinya. Sebagai seorang suami, Komar tidak pernah mengindahkan Nuraeni. Sepertinya, satu-satunya yang ia pedulikan dari Nuraeni adalah tubuhnya, terutama selangkangannya yang bisa memuaskan dirinya ketika rasa berahinya muncul.

Nuraeni yang tidak pernah mendapat belaian lembut dan kehangatan dari suaminya, suatu hari memperolehnya dari Anwar Sadat. Pemahaman Anwar Sadat yang begitu memadai tentang wanita seolah memberitahunya bahwa Nuraeni merindukan sentuhan lembut seorang lelaki. Tanpa segan Anwar Sadat pun memenuhinya. Mereka semakin sering bercinta. Entah itu di kamar, bak mandi, sofa, dan di lantai ruang Anwar Sadat melukis.

”Bagi Komar bin Syueb sendiri, tak ada yang lebih menyakitkan diri daripada apa yang terpampang di hadapannya, seorang istri yang memamerkan rahim berisi benih lelaki asing, lebih sakit daripada memikirkan kenyataan bahwa ia tak pernah sanggup membuat mereka senang.” (Hlm. 145)

Baik Komar, Margio, maupun Mameh tak menyadari perubahan yang terjadi pada Nuraeni. Mereka melihatnya sebagai kesintingan belaka karena Nuraeni selalu bersikap aneh. Hingga suatu ketika Komar akhirnya mengetahui bahwa Nuraeni hamil hasil hubungan gelapnya dengan lelaki lain. Amukan Komar pun semakin menjadi-jadi. Margio yang jatuh cinta pada Maharani dengat amat terpaksa harus mengubur perasaannya. Ada luka di dalam keluarganya dan semuanya tersangkut-paut dengan Maharani. Amat sulit bagi Margio untuk menyampaikannya pada Maharani sebab Margio selalu terhalangi oleh rasa pemujaan terhadapnya.

Semakin ke belakang, semakin terkuak latar belakang Komar bin Syueb selalu bersikap kasar pada keluarganya. Seperti karyanya yang lain, bagi saya ceritanya tidak mudah ditebak. Dalam novel ini pun saya menemukan beberapa kosakata baru, seperti surau, lenguhan, pejal, begundal, pelor, mencungkupinya, dan masih banyak lagi. Kata-kata yang sangat jarang—bahkan hampir tidak pernah—saya temukan di novel-novel lain.

Berlangganan via Email