Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Pemogokan: Kumpulan Cerita Pendek dari Italia

Judul: Pemogokan: Kumpulan Cerita Pendek dari Italia
Penulis: Maxim Gorki
Penerbit: Yayasan Aksara Indonesia, 2000
Tebal: 314 halaman
Kondisi: Bekas (cukup)
Harga: Rp. 50.000 (blm ongkir)
Order: SMS/WA 085225918312


Inilah buku Gorki kedua yang secara lengkap diterjemahkan dalam bahasa Indonesia setelah Ibunda yang dulu diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer dari novel The Mother, yang merupakan magnum opus Gorki.

Yayasan Aksara Indonesia adalah sebuah penerbit kecil di Yogyakarta yang memiliki interes tertentu pada genre realisme sosial. Lewat beberapa buku yang telah dipublikasikannya, seperti Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis, Surat Perintah 11 Mei, dan Cerita-cerita dari Sayap Kiri, kini penerbit ini menerbitkan buku terbarunya, Pemogokan: Kumpulan cerita Pendek dari Italia.

Pemogokan merupakan terjemahan dari Tales of Italy karya Maxim Gorki, sastrawan yang dijuluki sebagai Bapak Realisme Sosialis. Inilah buku Gorki kedua yang secara lengkap diterjemahkan dalam bahasa Indonesia setelah Ibunda yang dulu diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer dari novel The Mother, yang merupakan magnum opus Gorki.

Gorki terlahir sebagai Aleksei Maximovich Peshkov pada tanggal 28 Maret 1866 di tengah sebuah keluarga kelas pekerja di Nizhni Novgorod, Rusia. Gorki sempat menjadi penjaga tokoh sepatu, pembersih geladak kapal-kapal yang berlayar di sungai Volga, tukang roti, penjaga malam, dan gelandangan sebelum dikenal sebagai penulis cerita pendek, novelis, esais, dan penulis otobiografi.

Nama Gorki yang berarti "pukulan" adalah pengabadian dari derita kejelataan tersebut: tempeleng bertubi-tubi majikannya, kelaparan, dan penyakit. Itulah mengapa ia -melalui karya-karyanya- membaptis dirinya sendiri sebagai corong impian kaum buruh.

Tetapi, Gorki bukan sekedar sastrawan, ia adalah juga seorang revolusioner. Diawali tahun-tahun ketika ia tinggal di St. Petersbug (1899-1906), Gorki menjadi seorang Marxis dan mendukung Partai Sosial Demokratik. Setelah perpecahan partai di tahun 1930, lelaki yang kematiannya diklaim dibunuh oleh Blok Kanan dan pendukung Trotsky itu bergabung dengan sayap Bolshevik. Keterlibatannya dalam revolusi Rusia tahun 1905, membuatnya ditangkap, meski kemudian dibebaskan kembali karena tekanan dari berbagai kalangan.

Karena aktivitasnya, tahun 1906 Gorki diusir dari Rusia dan tinggal di Capri, Italia. Di sinilah Gorki memperoleh inspirasi bagi cerpen-cerpennya dalam kumpulan ini, tentang kehidupan, konflik, dan solusi sederhana masyarakat Italia Selatan.

Pemogokan terdiri dari 27 cerpen sarat muatan ideologi. Lihat saja judul-judul seperti "Bagaimana Giovanni Menjadi Seorang Sosialis", "Juru Propaganda", atau "Pemogokan" sendiri. Keseluruhan cerpen dalam buku ini setidaknya dapat dibagi dalam tiga gaya dan tema: gaya ideologis lugas, ideologis romantik, dan romantik.

Cerita pendek "Pemogokan" berkisah mengenai para pekerja kereta trem di Naples yang mogok karena gaji yang terlampau kecil sampai mereka tak dapat memberi makaroni untuk anak-anaknya. Kisah ini merupakan merupakan contoh dari kategori ideologis romantik. Cerpen ini dibangun di atas sinisme tertentu, misalnya kesigapan, disiplin, dan keteraturan. Ketiga hal ini oleh militer merupakan keutamaan, tapi oleh Gorki dicemooh sedemikian rupa dengan gelak tawa dan siul orang kebanyakan yang menonton di tepi jalan ketika mereka menyaksikan persiapan para prajurit.

Dalam gaya ini tidak ada koar sosialisme yang dilontarkan secara eksplisit, semua dijalin dalam konflik yang rapi dan sedikit mengecoh seperti yang diperlihatkan dalam puncak yang dramatis: ketika para prajurit yang diperintahkan mengambil alih kereta ternyata tidak menyerang para pemogok, namun sebaliknya menggantikan mereka berbaring di atas rel. Cerpen ini sendiri diakhiri Gorki dengan manis, kemenangan gemilang para pemogok dan kerling serta senyuman para penumpang.

Lain halnya dengan "Bagaimana Giovanni Menjadi Seorang Sosialis" dan "Juru Propaganda" yang dipenuhi oleh koar sosialisme. Meski kedua cerpen ini dibangun di atas back tracking perjalanan Giovanni, Si Pengudak Anggur dan Juru Propaganda kemudian menjadi seorang sosialis. Tetapi kisah itu hanyalah alat untuk menunjukan bagaimana sosialisme begitu manusiawi dan naturalnya, dengan klaim-klaim kesetaraan universal dan serangan terhadap agama sebagai candu dan tak manusiawi.

Jenis ketiga adalah cerpen-cerpen seperti "Ibu Seorang Penghianat" yang hanya mendongengkan kecintaan ibu akan kehidupan sehingga ia rela mengorbankan anaknya yang mencintai kehancuran untuk mati di tangannya sendiri. Cerita ini dipenuhi oleh perbincangan filosofis yang menunjukkan heroisme dan kegagahan sikap masing-masing. Sebuah pertarungan antara afeksi ibu dan ayah. Sang ibu akhirnya membunuh dirinya sendiri dengan pisau yang masih hangat oleh darah anaknya di bawah pandangan takjub pengikut-pengikut sang penghianat.

Kumpulan ini walau dijubali propaganda sosialisme di sana-sini, tak membuatnya kehilangan wilayah estetik. Pamflet-pamfletnya begitu basah dan metaforik, sesuatu hal yang tak realis tentunya. Hal itu tergantung bagaimana dan di mana halte tempat kita bersanggah kaki. Buku ini adalah bekal berguna bagi perkembagan genre ini selanjutnya. Juga bagi musuh-musuh mereka, sebab inilah wajah welas asih aliran yang dipandang sebagai patron Uni Soviet tersebut."

Berlangganan via Email