Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Psikologi Imajinasi (Jean-Paul Sartre)

Judul: Psikologi Imajinasi
Penulis: Jean-Paul Sartre
Penerbit: Bentang Budaya, 2000
Tebal: 494 halaman
Kondisi: Bagus (stok lama)
Harga: Rp. 100.000 (blm ongkir)
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C

Sartre mencoba memaparkan macam apa sebenarnya sesuatu yang disebut imajinasi itu, bagaimana kemunculannya, dan bagaimana memahaminya. Pada akhirnya, Sartre tak dapat menghindari pertanyaan puncak dari paparannya tentang imajinasi, yakni apakah imajinasi itu sendiri sungguh-sungguh ada?

Jean Paul Sartre adalah satu dari tokoh eksistensialisme Prancis Abad 20. Buku ini, Psikologi Imajinasi, diterjemahkan dari karya Sartre tahun 1950, The Psychology of Imagination. Aslinya dalam bahasa Prancis, buku ini berjudul L'Imaginaire: Psychologie phénoménologique de l'imagination (1940). Dari judul aslinya ini kita tahu bahwa Sartre tengah mempraktekkan metode fenomenologi pada bidang studi psikologi.

Sartre mengambil alih metode fenomenologi ini dari filsuf Jerman Edmund Husserl. Metode ini berupaya melukiskan secara hati-hati dan tanpa prasangka suatu subjek. Langkah ini dibedakan dengan cara lama yang memilih mempraktikkan metode deduksi.

Ada tiga buku Sartre tentang fenomenologi dan imajinasi, yakni L'Imagination (1936; Imajinasi), Esquisse d'une théorie des émotions (1939; Sketsa untuk Sebuah Teori Emosi), dan buku yang diterjemahkan Silvester G. Sukur ini sendiri. Karya-karya Sartre ini pada masanya mencetak sukses luar biasa. Namun, sebenarnya, puncak dari segala karyanya itu adalah L'Être et le néant (1943; Ada dan Ketiadaan).

Dalam buku Psikologi Imajinasi ini, Sartre mencoba memaparkan macam apa sebenarnya sesuatu yang disebut imajinasi itu, bagaimana kemunculannya, dan bagaimana memahaminya. Pada akhirnya, Sartre tak dapat menghindari pertanyaan puncak dari paparannya tentang imajinasi, yakni apakah imajinasi itu sendiri sungguh-sungguh ada?

Ada dua jalan yang ditelusuri Sartre untuk memahami imajinasi. Pertama dengan menyusuri imajinasi dalam kaitannya dengan karya-karya seni, terutama lukisan. Kedua dengan mengamati gejala bahasa (simbol, ungkapan, tindakan, isyarat, dsb.) Dari kedua jalur ini, dia sampai pada hubungan antara imajinasi, pikiran, dan persepsi. Ketiganya tidak lain dari hubungan antara imajinasi dan "kesadaran" (dalam karya-karya selanjutnya istilah ini menjadi kata kunci utama untuk memahami pemikiran Sartre).

Setelah pemaparannya yang panjang dan rinci, lengkap dengan argumen dan contoh kasus, Sartre kemudian menguji kembali kesimpulan-kesimpulan sementaranya dengan membahas dua fenomena pokok dalam psikologi, patologi imajinasi (yang terjadi pada orang yang mengalami schizofrenia) dan mimpi (tema favorit kaum Freudian). Dua hal ini penting, karena banyak teori imajinasi yang sukar mempertemukan keduanya dalam satu gagasan."

Berlangganan via Email