Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku The Farewell Party (Pesta Perpisahan)

Judul: The Farewell Party (Pesta Perpisahan)
Penulis: Milan Kundera
Penerbit: Obitiana Agency, 2004
Tebal: 259 halaman
Kondisi: Bekas (bagus)
Stok kosong

Novel ini adalah sebuah roman urban dalam sebuah negara komunis yang totaliter. Milan Kundera menuliskannya sebagai sebuah komedi satir yang dalam. Meskipun novel ini bercerita tentang hubungan cinta/benci anak-anak manusia, novel ini dengan cerdas menyentuh banyak macam tema besar (dan meta-tema) antara lain eksistensi ketuhanan, komunisme dan totalitarianisme, pilihan akan kematian dan kehidupan, absurdity, bahkan sekedar memerbincangkan warna rambut dan pengaruhnya terhadap kepribadian.

Novel ini merupakan cerita yang berlatar waktu 5 hari di sebuah kota kecil yang memiliki spa tempat perawatan orang sakit dan wanita yang tak kunjung punya anak. Tokoh utamanya adalah Ruzena, seorang perawat muda di spa yang hamil. Dia mengaku dihamili oleh Klima, musisi jazz terkenal yang ahli memainkan trumpet. Klima berasal dari kota metropolitan, baru sekali mengunjungi kota kecil itu untuk melakukan konser, yang kemudian berkenalan dengan Ruzena dan berhubungan badan sekali dengannya. Klima sendiri mempunyai istri cantik sakit-sakitan yang pencemburu, bernama Kamila.

Ruzena meminta Klima bertanggung jawab atas kehamilannya, akan tetapi Klima dengan kata-kata manisnya meminta Ruzena untuk menggugurkan kandungannya. Yang tidak diketahui Klima adalah bahwa Ruzena juga berhubungan dengan seorang pria tanpa masa depan dari kota itu bernama Frantisek. Meskipun Frantisek mengaku sebagai ayah dari bayi dalam kandungan itu, Ruzena mencemoohnya.

Klima benar-benar tidak menginginkan bayi hasil perselingkuhan. Dia meminta tolong kepada Bartlef, seorang Amerika kaya yang tinggal di kota spa itu untuk memulihkan kesehatan. Hanya Bartlef yang dikenal Klima di kota itu, karena seusai konser musik, dia dijamu oleh pesta yang diadakan oleh Bartlef, dan dalam pesta itu juga dia pertama kali bertemu Ruzena.

Oleh Bartlef dia dikenalkan dengan dokter ginekolog yang mengepalai spa di kota itu, dokter Skreta. Dokter Skreta yang aneh dan eksentrik (dan sedikit megalomaniak) ini adalah juga kepala komisi aborsi di kota itu. Skreta setuju untuk membantu Klima, dengan syarat, Klima bersedia untuk tampil bersamanya dalam sebuah konser jazz. Skreta mengaku sebagai pemain drum amatir dan akan mengajak temannya seorang apoteker untuk turut serta dengan mereka memainkan piano. Klima tidak ada pilihan selain setuju, konser trio dadakan itu akan digelar lima hari lagi di kota itu.

Sementara itu Skreta kedatangan seorang teman lama, mantan aktivis bernama Jakub. Anak angkat Jakub, Olga, dirawat di spa yang dikelola oleh Skreta. Olga adalah anak dari bekas teman baik Jakub yang karena kesetiannya yang berlebihan terhadap partai dan revolusi, akhirnya mengirim Jakub. Ayah Olga kemudian dihukum mati oleh negara karena orang partai yang lain belakangan menuduh ayah Olga yang anti revolusi. Olga yang dirawat menjadi seorang gadis dewasa, tidak pernah tahu jelas mengapa ayahnya dihukum mati. Olga juga menolak Jakub sebagai figur ayah, dia sebagai remaja putri jatuh cinta kepada Jakub.

Jakub adalah teman masa kuliah dokter Skreta. Dokter Skreta pernah membuatkan pil beracun yang akan Jakub gunakan di negeri yang tak pasti itu. Apabila sesuatu yang buruk terjadi pada dirinya, berbekal pengalaman pahitnya dipenjarakan, dia memilih untuk bunuh diri dengan menelan pil. Sekarang dia akan mengembalikan pil itu ke Skreta, karena merasa tidak akan membutuhkannya lagi. Dia mendapat pekerjaan baru sebagai pengajar di luar negeri, dan dalam beberapa hari harus pergi selamanya dari negeri itu. Dia datang sekaligus untuk mengucapkan salam perpisahan kepada Skreta dan Olga.

Skreta mengulur kepergian Jakub dan berkeras agar menunggu sampai konser musiknya selesai. Jakub akhirnya berkenalan dengan Bartlef, dan bertemu dengan Ruzena. Secara tak terduga, Kamila yang curiga akan suaminya yang mempunyai affair, menyusul ke kota itu untuk menyaksikan konser dadakan dan melihat sendiri teman selingkuh suaminya. Disinilah novel ini menjadi seru. Semua tokohnya saling berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kejadian dalam lima hari itu sangat berpengaruh dan mengubah hidup Ruzena, Klima, Kamila, Frantisek, Skreta, Jakub, Bartlef, dan Olga. Bahkan seseorang bisa kehilangan nyawa akan pilihan yang absurd.

Novel ini adalah novek komedi percintaan di permukaan, tapi di dalamnya merupakan perdebatan yang gelap dan absurd. Novel karya Milan Kundera ini berlapis-lapis seperti bawang. Ketika kita mengupas satu lapisan, terlihat lapisan yang lain. Begitu seterusnya.

Contoh yang nyata adalah dalam hal penokohan, semuanya ambigu dan berlapis. Ruzena yang hamil oleh Klima--atau oleh Frantisek? Klima yang memiliki istri cantik dan cemerlang tapi selalu membutuhkan teman selingkuh. Frantisek yang menerima Ruzena apa adanya, namun di sisi lain posesif dan pencemburu. Kamila yang mengabdikan diri pada Klima sebagai istri tapi rindu gemerlapnya dunia. Olga, seorang anak pungut yang mencintai bapak angkatnya. Bartleff, seorang filsuf yang seperti malaikat (benar-benar malaikat) tapi ternyata juga sangat manusia. Dr Skreta adalah seorang dokter yang membantu ibu-ibu untuk mendapatkan keturunan, yang ternyata banyak membuahi sendiri ibu-ibu tersebut. Sementara Jakub, seorang protagonis yang baik, ataukah seorang pembunuh? Semua terjalin dalam kerumitan yang tak pelak menghilangkan interpretasi tunggal. Semuanya terjalin dalam bentuk ironi-ironi.

Milan Kundera beranggapan bahwa sebuah novel adalah anti pesan. Penulis novel bukanlah pembawa pesan. Tugas sebuah novel adalah menyampaikan ironi. Ketika ironi muncul, siapa yang peduli akan pesan? Misalkan, ada kesan seolah novel ini menyampaikan pesan anti aborsi. Hal itu ditolak Kundera, karena dia tidak sengaja mengeluarkan pesan anti aborsi. Tapi hal itu juga disyukuri olehnya karena ironi akan pesan anti aborsi itu sendiri.

Berlangganan via Email