Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia

Judul: Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia
Penulis: Ajip Rosidi
Penerbit: Binacipta, 1982
Tebal: 254 halaman
Kondisi: Bekas (cukup)
Stok kosong


Periode kelahiran hingga 1945. Pada abad ke-20 muncul roman. Diantara roman-roman yang muncul pada saat itu isinya memengaruhi rakyat untuk berontak. Karena itulah karya sastra tersebut dinamakan bacaan liar dan pengarangnya disebut pengarang liar. Kemudian pada tahun 1908 didirikan komisi bacaan rakyat yang pada tahun 1917 berubah menjadi Balai Pustaka.

Sajak-sajak Yamin dan Rustam Effendi. Sajak-sajak yang mereka keluarkan yaitu Yamin dengan sajaknya yang berjudul Tanah Air, Indonesia Tumpah Darahku, dan Roestam dengan sajaknya yang berjudul Bebasari dan Percikan Permenungan.

Balai Pustaka dan Roman-romannya. Roman-roman yang ada pada angkatan Balai Pustaka yaitu Azab dan Sengsara (Merari Siregar), Muda Teruna(M. Kasim), Sitti Nurbaya (Marah Rusli), Darah Muda dan Asmara Jaya (Adhinegoro/Djamaludin), Salah Asuhan (Abdul Muis), dll.

Sanusi Pane. Bukunya yang pertama berupa kumpulan prosa lirik berjudul Pancaran Cinta, disusul dengan kumpulan sajaknya Puspa Mega (1927), Madah Kelana (1931).

Periode 1933-1942. lahirnya majalah Pujangga Baru pada tahun 1933. Majalah ini didirikan oleh Armijn Pane, Amir Hamzah, dan Sutan Takdir Alisyahbana yang merupakan tokoh-tokoh Pujangga Baru. Selain itu ada J. E. Tatengkeng, Asmara Hadi dan penyair lainnya. Sedangkan para Pengarang Balai Pustaka ialah diantaranya Nur Sutan Iskandar, I gusti Nyoman Panji Tisna, Tulis Sutan Sati, dll. Disamping itu ada pengarang wanita juga yaitu Selasih/Seleguri, Hamidah,/Fatimah H. Delais, Maria Amin.

Cerita pendek yang muncul pada periode ini ialah diantaranya Teman Duduk (M. Kasim), Kawan Bergelut (Suman HS), dll. Sedangkan drama yang muncul pada saat itu ialah Bebasari (Roestam Effendi), Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (Muh. Yamin), Kertajaya (Sanusi Pane),dll.

Periode 1942-1945.Bahasa Indonesia kpada periode ini, oleh Jepang dijadikan satu-satunya bahasa yang digunakan diseluruh kepulauan dan seluruh bidang kehidupan. Beberapa penyair pada masa Jepang ialah Usman Ismail, Rosihan Anwar. Pada Jaman Jepang, cerpen tumbuh dengan subur. Selain itu, drama juga mengalami hal demikian.

Periode Perkembangan (1945-kini. Pada mulanya angkatan disebut dengan beberapa nama yaitu angkatan sesudah perang, angkatan Chairil Anwar, angkatan kemerdekaan, dll. Baru pada tahun 1948, Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan angkatan 45. Beberapa tokohnya yaitu Chairil Anwar dengan sajaknya Aku dan Doa, Asrul Sani dan Rivai Apin, Idrus, Pramoedya A. T.,Mochtar Lubis, dll. Para pengarang wanitanya yaitu Ida Nasution, Walujati, S. Rukiah, Siti Nuraini, dan Suwarsih.

Periode 1953-1961. Setelah Chairil Anwar meninggal, lingkungan kebudayaan “Gelanggang Seniman Merdeka” seakan-akan kehilangan vitalitas. Salah satu penyebab dari krisis astra ini adalah keadaan kehidupan nasional. Dimana para pemimpin sudah bosan untuk berjuang dan malah melakukan penyelewengan seperti korupsi dan manipulasi. Krisis sastra juga disebabkan dengan terbatasnya majalah yang terbit.beberapa pengarang pada masa ini yaitu Nugroho Notosusanto, A. A. Navis, Trisnoyuwono, Iwan Simatupang, Toha Mochtar, Subagio Sastrowardjojo, Motinggo Boesje dan masih banyak lagi pengarang yang lain.

Beberapa penyair pada waktu itu ialah Toto Sudarto Bachtiar, W. S. Rendra, Ramadhan K. H.,Kirdjomulyo, dan beberapa penyair lainnya. Sedangkan beberapa penulis drama yaitu Nasjah Djamin, H. M. Jusa Biran. Disamping itu juga terdapat pengarang wanita N. H. Dini.

Periode 1961-sekarang. Pada awal tahon 50-an terjadi polemic antara kaum yang berpaham Realisme-Sosial yaitu paham yang menjadi filsafat seni untuk kaum komunis yang terkenal dengan seni untuk rakyat dengan para penganut paham seni untuk seni.

Pada tanggal 17 agustus 1963 di Jakarta manifest kebudayaan diumumkan dan ditandatangani oleh H. B. Jassin, Trisno Sumardjo, Wiratmo Soekito, Zaini, Muhammad, Bokor, Hutasuhut, dan Soe Hok Djin, dll.manifes ini merupakan cara sastrawan untuk memperoleh otonomi seni.

Sejak abad ke-19, ada hasil-hasil sastra berbahasa Melayu yang tidak ditulis oleh orang-orang yang berasal dari kepulauan Riau atau Sumatera. Beberapa karya sastra klasik Melayu Hikayat Si Miskin, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat amir Hamzah, Syair Bidasari.

Pembabakan Waktu Sejarah Sastra Indonesia
1. Masa kelahiran
2. Masa Perkembangan
Periode 1961 – sekarang. Pada periode selanjutnya banyak muncul pengarang buku-buku cerpen atau roman dan drama. Tetapi hampir tidak ada yang istimewa menonjol. Disamping itu juga banyak penyair misalnya Taufik Ismail dan Goenawan Mohamad. bahkan penyair perempuan diantaranya yaitu Titis Basino, Titie Said dsb. Pada periode ini, penulis esai juga semakin banyak misalnya Arief Budiman, Dick Hartoko, dll.

Berlangganan via Email