Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Novel Burung-burung Manyar

Judul: Burung-burung Manyar
Penulis: Y. B. Mangunwijaya
Penerbit: Kompas
Tebal: 406 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 70.000 (blm ongkir)
Order: SMS/WA 085225918312


Cerita Tetto yang anak kolong dari seorang bapak yang perwira KNIL dari Resimen Mangkunegaran (?) dan ibu Belanda. Perjalanan panjangnya mempertemukan dengan Ati yang masih saudaranya. Kisah Tetto yang kemudian mengalami pasang surut seiring dengan perubahan jaman: Kolonial Belanda, pendudukan Jepang, Revolusi Kemerdekaan, pasca-pengakuan kedaulatan.

Kisah Tetto yang paling menarik pilihannya yang masuk KNIL dan ikut Belanda ketika Revolusi Kemerdekaan. Pilihannya itu didasari dari kebenciannya kepada Jepang yang dianggapnya bertanggung jawab atas kematian bapaknya yang menjadi pejuang bawah tanah semasa pendudukan dan ibunya yang menjadi "tahanan" di rumah seorang pewira jepang. Republik muda yang diproklamasikan Soekarno-Hatta dianggapnya bentukan Jepang, dan pastilah pilihannya!

Momen paling dramatis dari pilihannya itu adalah dia berseberangan dengan Ati yang menjadi palang merah dari pihak republik. Keduanya mengenang masa revolusi itu, ketika Ati akan menyampaikan disertasinya. Di depan Gedung Negara, Yogya, keduanya ingat bahwa saat itu Tetto turut sebagai perwira yang akan menangkap Soekarno. Sementara Ati adalah perawat yang mengurusi tentara republik.

Perang sering mengguncang kemanusiaan dan posisinya tidak terelakkan. Demikian juga revolusi yang sama juga menciderai anak bangsanya sendiri. Gambaran ini saya peroleh dari sekelumit kisah dalam buku ini tentang "tentara" republik yang kerjanya malah menambah beban penduduk di kampung tempat mereka bergerilya. Kisah lain saya peroleh dari bapak saya sendiri. Cerita tentang serdadu Belanda yang senang memboncengi anak-anak kecil di alun-alun selatan Keraton Kasunanan Surakarta. Meski secara kemanusiaan dia baik, dia mesti dibunuh oleh kaum republiken. Para tetua di sekitar situ cuma bisa bilang agar jangan pembunuhan itu menimbulkan "pembersihan" dari Belanda yang nantinya akan menyengsarakan rakyat yang tidak tahu menahu. Demikian juga kisah Tetto dan Ati terpisah karena pilihan yang berbeda dalam Revolusi Kemerdekaan, bukan semata kebangsaan ato rasial.

Usai Revolusi, meski mereka masih dapat bertemu kembali tidak dengan kisah mereka sebelum revolusi. Disertasi Ati sendiri tentang kebiasaan Burung-bung manyar dalam masa kawin. Tabiat burung manyar yang jantan dalam menarik si betina adalah dengan membangun sarang yang sebagus-bagusnya. Si betina lalu memilih dari sekian jantan yang sarangnya "berkenan" bagi dia. Jantan yang tidak terpilih, akan mengacak-acak sarang yang sudah dibangunnya. Aih tragisnya...!

Romo Mangun membangun roman dan perubahan zaman dengan begitu apik. Seapik kado yang pernah dikirimkan ke Rosihan Anwar saat wartawan senior itu berulang tahun ke 70. Ucapannya dalam surat kepada Rosihan Anwar sebagai berikut, "Saudara Rosihan Anwar tersayang! Dengan hormat, dari bepergian jauh saya terlambat membaca di Kompas tentang HUT Anda 70 tahun. Luar biasa! Beter te laat dan nooit. Maka dengan gembira saya ucapkan Selamat Berulang Tahun 70 tahun. Tanggal 10 Mei adalah hari Jerman invasi ke Nederland, awal kerontokan Nederlandsch Indie. Dan Anda aktif partisipasi dalam Revolusi dulu, di garis terdepan maupun belakang. Berbahagialah Anda memperoleh kesempatan sangat berharga itu dari Tuhan." Dalam surat itu juga dilampiri sebentuk sajak dalam bahasa Inggris karya Rod McKuen, seperti ini:

A Kind Of Loving

I sing songs for people I can't have
people I meet once and will never see again.

It is for me a kind of loving.

A kind of loving, for me.
I make words for people I've not met
those who will not turn to follow after me.
It is for me a kind of loving.
A kind of loving, for me

Berlangganan via Email