Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat Di Jawa 1912-1926

Judul: Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat Di Jawa 1912-1926
Penulis: Takashi Shiraishi
Penerbit: Pustaka Utama Grafiti
Tebal: 504 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Stok Kosong


Diterjemahkan oleh Hilmar Farid dari disertasi Takashi Shiraishi An Age in Motion: Popular Radicalism in Java, 1912-1926, mengupas kemunculan pergerakan rakyat Indonesia selama seperempat pertama abad kedua puluh.

Aksi pergerakan tersebut - yang diekspresikan melalui pelbagai cara seperti surat kabar, rapat umum, serikat buruh, pemberontakan, karya sastra, ataupun lagu-lagu - menandai momen saat orang Indonesia mulai memandang dunia mereka dengan cara yang barn. Politik Indonesia modern berawal dari pergerakan itu, dan cikal bakal nasionalisme Indonesia, Islamisme, serta komunisme, sebagai gerakan politik, dapat dirunut hingga periode ini. Lewat studi kepustakaan yang luas dan mendalam, Shiraishi mengkaji asal-muasal dan evolusi pergerakan di panggung nasional dan lokal. Selain membahas Sarekat Islam secara kritis, is juga menyuguhkan gambaran yang memukau tentang pergerakan di wilayah Surakarta dengan menyoroti kemunculan dan kehancuran sejumlah partai berikut perhimpunan politik, termasuk Sarekat Islam Surakarta, Insulinde, National -Indische Partij, Partai Komunis Indonesia, dan Sarekat Ra'jat. Dan yang tidak ku- rang menarik adalah ulasannya mengenai "kata dan perbuatan" tiga pemimpin pergerakan terkemuka, yakni Marco Kartodikromo, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Haji Mohammad Misbach.

Secara keseluruhan, kajian yang kaya informasi berharga ini memperlihatkan bagaimana ekspresi politik modern yang memberi sumbangan pada wacana nasionalis yang sedang tumbuh dipakai oleh figur-figur yang berbeda. Dengan kata lain, Shiraishi telah memberi gambaran yang jelas mengenai situasi yang terjadi di awal tatkala para pemikir dan aktor politik mulai menggunakan penjelasan modern dalam perjuangan mereka. Zaman Bergerak, oleh karenanya, niscaya memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana sebenarnya kehidupan politik di Indonesia pada seperempat pertama abad ini. Pada saat mengupas subjek itu, Shiraishi sudah tentu tidak bisa mengelakkan pembicaraan mengenai pergulatan antara kelompok-kelompok komunis dan Islam di dalam tubuh Sarekat Islam - satu topik yang belum banyak disingkap oleh para sejarawan.