Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Revolusi Harapan (Erich Fromm)

Judul: Revolusi Harapan (POD)
Penulis: Erich Fromm
Penerbit: Pustaka Pelajar, 1996
Tebal: 176 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Stok kosong


Christopher Fry, penyair Inggris, pernah menulis syair berjudulTidurnya Orang-Orang Penjara. Ia berkata: Di belakang kita terbentang ribuan dan ribuan tahun yang menyakitkan hati dan mengerikan, sementara kita masih menggunakan obat-obat yang tak pernah menyembuhkan. Syair itu membersitkan perasaan pesimistis dan kekecewaan yang dalam. Pesimisme tentang masa depan umat manusia dan kekecewaan terhadap peradaban manusia yang mengeksploitasi bumi.

Dalam The Revolution of Hope, yang diterjemahkan sebagai Revolusi Harapan, Erich Fromm mengemukakan kecemasan serupa. Canggihnya teknologi pascamodern, kata Erich Fromm, telah memunculkan hantu di tengah peradaban manusia. Kehidupan menjadi sangat mekanistik. Perasaan manusia dikontrol oleh instrumen-instrumen pengkondisi emosi. Meski dalam proses ini manusia diberi aneka ragam hiburan, mereka pasif, "mati", seperti kehilangan perasaan. Pada revolusi industri tahap pertama, manusia mengganti energi otot, dari tubuh manusia dan hewan, dengan energi mekanik seperti uap dan listrik. Pada revolusi industri tahap kedua, pikiran manusia telah diganti oleh mesin-mesin.

Buku Erich Fromm ini tampaknya dihadirkan sebagai penggugah kesadaran bahwa manusia pascamodern sekarang ini sedang berada di persimpangan jalan: satu arah menuju masyarakat yang dimesinkan secara total, dan yang lain menuju ke pencerahan humanisme yang memberi harapan agar teknologi "sekadar" melayani kesejahteraan umat manusia.

Di persimpangan jalan itu, kata Erich Fromm, manusia harus tetap memiliki harapan dalam arti optimistik siap setiap saat dalam menantikan hal-hal yang belum lahir dan tidak akan menjadi sedih jika tidak ada kelahiran dalam hidup. Harapan seperti ini, menurut Erich Fromm, merupakan unsur intrinsik dan dinamika spirit manusia. Kedua hal itu berhubungan dengan "keyakinan" (kepastian terhadap hal yang belum terjamin, dan pengetahuan tentang kemungkinan riil), "ketabahan" (kemampuan untuk mengatakan "tidak" ketika dunia ingin mendengar "ya"), dan "kebangkitan" (transformasi atas realitas kekinian menuju arah kehidupan yang lebih agung). Ketiga hal itu akan mampu membentuk harmonisasi kehidupan manusia yang berperikemanusiaan.

Dengan penyederhanaan asumsi di sana-sini, Fromm memberikan solusi atas problem manusia di abad teknologi yang sarat akan masalah ini. Ia seperti ingin mempertegas kekhawatiran Albert Schweitzer bahwa sains yang mengabaikan tanggung jawab akhlak dan kesopanan akan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup manusia. Dan buku ini bagai meracik resep obat yang diharapkan oleh Christopher Fry dalam syairnya tadi.

Islah Gusmian, IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Berlangganan via Email