Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Pembalasan Tuhan: Kebangkitan Agama-agama Samawi di Dunia Modern

Judul: Pembalasan Tuhan: Kebangkitan Agama-agama Samawi di Dunia Modern
Penulis: Gilles Kepel
Penerbit: Pustaka Hidayah, 1997
Tebal: 299 halaman
Kondisi: Bekas (cukup)
Harga: Rp. 50.000 (blm ongkir)
Order: SMS/WA 085225918312


Karl Marx, filosof yang lahir dari keluarga rabbi Yahudi, menyebut agama sebagai "candu" bagi manusia. Nietzsche melecehkan agama, bahkan "membunuh" Tuhan, karena dianggap sebagai sumber dekadensi manusia. Agama, dengan janji akan adanya kehidupan sesudah mati, membuat rajutan konseptual yang melindungi diri manusia dari kengerian eksistensial dunia yang seharusnya diafirmasi. Dan bagi Freud, agama merupakan suatu penyakit jiwa yang memaksa penderita dalam batinnya untuk membayangkan, memikirkan, atau melakukan hal-hal yang ia sendiri menganggap aneh atau salah.

Berbagai kecenderungan yang menguasai opini masyarakat di atas mengakibatkan agama sering ditekan hingga ke titik nol. Guna mempertahankan hidupnya, beberapa lembaga keagamaan terpaksa menyesuaikan pesan-pesannya dengan nilai-nilai masyarakat modern.

Buku ini hendak memetakan respons tiga agama Semitik, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi, terhadap dua fenomena yang melatari kebangkitan identitas religius tersebut. Juga, menunjukkan adanya ketakseragaman orientasi gerakan masing-masing agama dalam kebangkitannya. Dalam Islam, dan juga agama lain, kebangkitan religius didukung kaum intelektual yang notabene produk par excellence dari tradisi sekuler, Barat, atau modernitas. Tapi ternyata mereka malah berkehendak besar untuk menggeser modernitas yang dianggap sekuler dan congkak.

Ciri khas gerakan Islam dan Yahudi adalah hendak membangun sebuah sistem masyarakat yang didasarkan pada kitab suci di atas reruntuhan negara sekuler. Perbedaannya, tokoh intelektual Yahudi seperti Rav Kook yakin bahwa negara sekuler Israel secara tak sadar melayani kehendak Imam Mahdi. Ia harus diubah dengan cepat, tak dihancurkan dengan kekuatan senjata.

Sementara itu, Sayyid Qutb, pemimpin intelektual gerakan Islam, berkeyakinan bahwa negara Nasser dan pengganti-penggantinya benar-benar terasing dari Islam dan harus dihancurkan (halaman 268). Sedangkan gerakan kebangkitan Kristen, seperti The Moral Majority-nya Jerry Falwell, tak pernah mempertanyakan dualisme kekuasaan antara kaisar dan Tuhan. Agama Kristen juga tak punya sistem yang mirip dengan syariah atau halakah, karena itu ia tak punya haluan ke arah kekerasan politik (halaman 270). Perbedaan sikap terhadap hukum dan negara dilatari dengan doktrin keagamaan masing-masing dan setting sosial masyarakatnya.

Secara teknis metodologis, karya penelitian doktor bidang ilmu-ilmu sosial dari Ecole des Hautes en Sciences Sosiales, Paris, ini terdiri dari empat bab yang masing-masing mewakili satu agama Samawi. Bab 1, yang berjudul "Pedang dan Al-Quran", menguraikan kebangkitan religus dalam Islam. Bab 2 dan 3, "Ladang Misi Eropa" dan "Menyelamatkan Amerika", membongkar fenomena kebangkitan dalam Kristen. Sedangkan Bab 4 berbicara tentang agama Yahudi.

Ahmad Najib Burhani

Berlangganan via Email