Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Kritik Ideologi: Menyingkap Kepentingan Pengetahuan Bersama Jurgen Habermas

Judul: Kritik Ideologi: Menyingkap Kepentingan Pengetahuan Bersama Jurgen Habermas
Penyusun: Fransisco Budi Hardiman
Penerbit: Buku Baik, 2003
Tebal: 293 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Stok Kosong


Dalam buku ini penulis mengulas teori kritis madzab Frankfurt dan analisis-analisis epistemologis Habermas pada masa awal karier intelektualnya, dalam bukunya yang berjudul “Knowledge and Human Interest”. Lewat analisis-analisis epistemologis itu Habermas meletakkan landasan dasar paradigmanya bagi teori tindakan komunikatif (dibahas dalam buku: Menuju Masyarakat Komunikatif) dan teori diskursus (dibahas dalam buku: Demokrasi Deliberatif).

Analisisi-analisis epistemologis Habermas merupakan kritik yang tajam terhadap scientism dan positivisme yang memberhalakan sains dan teknologi modern sebagai kebenaran universal yang bebas kepentingan. Analisis-analisis Habermas masih tetap relevan untuk masyarakat Indonesia yang masih terus mencari orientasi bagi strategi modernitasnya.

Pesannya amat jelas: “Waspadalah terhadap positivisme dan ilmu-ilmu sosial dan berbagai bentuk social engineering yang tidak melibatkan public dalam mengambil keputusan yang menyangkut kehidupan bersama, karena sains dan teknologi tidak netral dari kepentingan-kepentingan.” Tujuan yang mau dicapai oleh Habermas adalah merumuskan syarat-syarat nyata untuk mewujudkan masyarakat yang bebas dari penindasan. Karena itu, Habermas mencoba mengembangkan teori kritis masyarakat.

Buku Budi Hardiman yang berjudul “Kritik Ideologi: Menyingkap Pertautan Pengetahuan dan Kepenting Bersama Jurgen Habermas” ini merupakan publikasi pertama dalam bahasa Indonesia yang menyajikan pemikiran Jurgen Habermas tentang pengembangan sebuah teori kritis masyarakat secara cukup rinci dan mendalam. Apabila kita ingin mendapatkan sebuah perspektif kritis dan mendalam tentang tantangan yang dihadapi manusia dalam kemanusiaannya dalam masyarakat industri yang sedang berkembang, maka kita perlu memperhatikan analisis kritis Jurgen Habermas ini.



Berlangganan via Email