Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Kitab Si Taloe: Gambar Watjan Botjah 1909 - 1961

Judul: Kitab Si Taloe: Gambar Watjan Botjah 1909 - 1961
Penyusun: Sindhunata & Hermanu
Penerbit: Bentara Budaya, 2008
Tebal: 251 halaman (sebagian art paper full colour)
Kondisi: Stok lama (bagus)
Terjual Sleman


Ilustrasi atau gambar yang menyertai tulisan bisa jadi menjadi sesuatu yang sangat penting, lebih-lebih bacaan untuk anak kecil setingkat sekolah dasar. Ilustrasi tersebut sangat membantu untuk memahami isi bacaan dan juga untuk menarik perhatian. Karena bagi anak-anak mungkin saja yang pertama menarik perhatian adalah gambarnya. Gambar-gambar yang menarik tersebut bisa membantu mengembangkan fantasi dan imajinasi anak/murid yang sedang belajar membaca. Sebab gambar selain berfungsi sebagai ilustrasi juga mengajak anak untuk membayangkan realitas yang jauh lebih kaya daripada bahan yang sedang dibacanya.

Sebuah buku yang dibuat pada jamannya biasanya akan mencerminkan suasana peradaban masa itu. Misalnya buku-buku pelajaran di jaman penjajahan Belanda yang dibuat sekitar tahun 1920-an, banyak memuat gambar-gambar atau ilustrasi tentang masa tersebut seperti pasar, cara berpakaian, bentuk rumah dan lain-lain. Gambar-gambar tersebut juga dengan polos menampilkan kembali suasana alam yang ada pada waktu itu, sehingga menimbulkan kesan alam masih menjadi bagian dari pendidikan. Sehingga belajar membaca sama dengan belajar bersama alam.

Peranan ilustrator dalam menyusun sebuah buku pelajaran sangat penting tidak kalah dengan pengarangnya. Seorang ilustrator harus bisa menterjemahkan karangan yang berupa teks ke dalam bentuk bahasa gambar dan juga harus memahami tentang dunia anak-anak terutama hal-hal apa saja yang bisa mendukung gambar ilustrasinya itu menjadi sebuah ilusi atau gambaran kepada anak-anak agar dapat menangkap maksud gambar tersebut. Dalam menggambar juga harus dibedakan sesuai tingkat kelasnya, misalnya gambar untuk kelas satu tentu saja berbeda dengan kelas di atasnya. Seorang ilustrator juga dituntut untuk dapat berimajinasi dalam membuat ilustrasi, misalnya tentang cerita Putri Duyung, Ajisaka, Sultan Agung dan lain-lain, karena belum pernah tahu gambarannya secara nyata.

Di jaman penjajahan Belanda, sekitar tahun 1920-an di mana Balai Pustaka mulai membuat buku-buku pelajaran baik dalam bahasa Belanda maupun bahasa Indonesia, bisa dilihat buku-buku pelajaran untuk anak-anak sekolah rendah sudah ada ilustrasinya. Tokoh-tokoh ilustrator bangsa Belanda waktu itu cukup banyak, sedangkan ilustrator bangsa Indonesia masih sedikit. Tokoh-tokoh ilustrator Belanda yang terkenal antara lain:
    De Bruin W.K., gambarnya dapat dilihat dalam buku Mijn Hollandsch Boek, terbitan Rijswijk tahun 1909 dan Matahari Terbit, terbitan J.B. Wolters, Groningen-Djakarta tahun 1951.
    C, Jetses, gambarnya dapat dilihat pada buku Pim en Mien atau Ot en Sien terbitan tahun 1911 dan 1927, Kembang Setaman (1930), Pelajaran Bahasa Melajoe (1937), Voor Jongen Indonesie (1947).
    F. Bemmel, gambarnya dapat dilihat pada buku Kapitein Sperco’s, Koes en Kees (1933), Beladjar Membatja (1960).
    L.C. Bouman, gambarnya dapat dilihat pada buku De Stad Van Coen (1929), Soen en Sen (1935).
    Van Ingen, gambarnya dapat dilihat pada buku Kitab Si Asa (1951) dan Kitab Lembaga (1959)

Sedangkan ilustrator berbangsa Indonesia antara lain:
    R. Katamsi, gambarnya dapat dilihat pada buku Lajang Watjan Aksara Latin, Ngrewangi apa Ngrusuhi.
    B. Margana, gambarnya dapat dilihat pada rubrik “Rembagipun Petruk lan Gareng”, buku “Lajang Watjan Anjar” terbitan Kanisius.
    Soelardi, gambarnya dapat dilihat pada buku Lajang Hanacaraka (1980-an).
    Sajoeti Karim, gambarnya dapat dilihat pada buku Tjahaja jilid II terbitan Kolf NV

Buku ini sesuai judulnya banyak memuat gambar-gambar atau ilustrasi bacaan anak tahun 1909 – 1961, termasuk beberapa cerita anak sehingga semakin menarik untuk dipelajari.

Berlangganan via Email