Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Bre Redana Sarabande

Judul: Sarabande
Penulis: Bre Redana
Penerbit: Bentang Budaya, 2002
Tebal: 149 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Stok Kosong


Membaca buku ini bisa membuat orang yang belum pernah ke Bali, akan bisa membayangkan kira-kira seperti apa pulau yang menjadi daerah wisata mahsyur ini. Karena, di bagian akhir buku teradapat peta pulau Bali dan sedikit deskripsi tentang daerah-daerah di Bali.

Settingnya pun tak melulu kawasan tenar seperti Sanur, Jimbaran, Ubud atau Kuta. Pembaca juga bisa tahu daerah Munduk, Negara, Lovina, Mas, Batubulan hingga Tegalsuci yang merupakan satu daerah dekat Kintamani. Oleh Bre Redana, Tegalsuci dilukiskan sebagai daerah yang hampir setiap saat selalu turun kabut.

Isi cerita dalam cerpen ini mayoritas tentang cinta, meski akhirnya selalu tak jelas. Di cerpen Nosferatu, sang pria yang diibaratkan sebagai Pangeran Kelalawar kemudian terlibat percintaan dengan seorang perempuan yang rela mempunyai anak darinya meski tak menikah. Namun di akhir cerita, Pangeran Kelalawar harus menghentikan impiannya mengejar seorang wanita yang dalam gambar bermata bening dan bibirnya menggigit ujung kacamata.

Tapi ada juga cerita yang tak berlatar belakang cinta. Pulang Kampung judulnya. Di sini dikisahkan ada seorang pria yang pulang ke kampung tempat tinggalnya ketika masih kecil. Sebenarnya dia sudah tak punya keluarga di kampung tersebut. Saat kecil, ia harus pindah karena bapaknya dianggap orang partai komunis saat zaman orde baru. Kemudian di Lovina Junction, Bre Redana berkisah tentang seorang pria yang selalu dikirimi kartu pos oleh seorang perempuan dari Lovina. Sebuah cerita yang berbau misteri.

Pengalaman Bre Redana sebagai wartawan sebuah harian besar dan ditugaskan di desk non berita membuatnya dengan pintar memasukan unsur kesenian di dalam ceritanya. Seperti di cerita Sarabande, ia bisa memadukan cerita dengan latar tarian Legong Keraton.

Kumpulan cerpen ini enak dibaca karena cantiknya untaian bahasa, pintarnya memadukan suatu lokasi yang unik (Bali digambarkan begitu unik) dengan suatu cerpen autobiografi yang membawa pesan. Dalam Sarabande yang indokrupuk ini, pesan Bre Redana terdapat dalam cara berserita (the message is in the telling)
-Made Wijaya, Mei 2002

Cerita-cerita dalan buku ini seperti ditulis oleh seorang "dukun". Dia seperti mengenali problem-problem pemcabanya. "Aku juga sering bertanya pada diri sendiri, apakah aku tidak memberi ruang untuk sesuatu yang tidak terlalu biasa-biasa. Lama pertanyaan itu menggangguku.." Itu salah satu kutipan buku ini. Saya menyukai kalimat tersebut.
-Andi Meriem Mattalata, Juni 2002